Cache Windows Tersembunyi dan Cara Membersihkannya

Di komputer Windows, jika Anda memiliki drive disk dengan kapasitas 100 GB, Anda mungkin tidak dapat menggunakan semua ruang. Jika Anda mengetahui apa yang ada di baliknya, Anda akan menemukan bahwa banyak ruang yang digunakan oleh file cache.

Apa itu cache? Mungkin orang awam masih bingung dengan istilah cache. Cache itu sendiri adalah file tidak permanen atau file yang mungkin diperlukan lagi di kemudian hari, sehingga akan terus disimpan dan disembunyikan sampai dibutuhkan lagi. Ini sesederhana itu.

File cache sebenarnya penting karena meningkatkan kinerja sistem Anda. Namun di balik itu, cache memakan banyak ruang di disk Anda. Kabar baiknya adalah file cache ini masih dapat dihapus dengan aman untuk mengosongkan ruang disk.

Di Windows sendiri banyak sekali terdapat file cache yang tersembunyi, biasanya file tersebut untuk update windows, browsing, dll.

Windows 10 Update Cache

Windows 10 menyimpan file cache untuk demi kenyamanan penggunanya saat memperbarui windows, hal ini berguna untuk mendaftar ulang pembaruan. Kelemahannya adalah pembaruan windows akan memakan banyak ruang. Kunjungi juga portal informasi Tedas untuk menemukan berbagai informasi menarik tentang teknologi.

Kami dapat menghapus cache Pembaruan Windows. Tetapi sebelum kami menghapus file-file ini, kami harus menonaktifkan Pembaruan Windows terlebih dahulu untuk memastikan tidak ada pembaruan yang diunduh. Untuk melakukan ini, buka Start Menu, luncurkan Command Prompt, dan jalankan perintah:

net stop wuauserv

Kemudian buka File Explorer dan pergi ke C:\Windows\SoftwareDistribution\Download. Di dalam folder unduhan itu, Anda dapat menghapus semuanya dengan aman. Kemudian anda bisa kembali mengaktifkan fitur windows update dengan membuat perintah di cmd sebagai berikut :

net start wuauserv

Windows Store Cache

Perubahan yang paling di rasakan oleh pengguna windows adalah dengan hadirnya Microsoft’s Move dan Windows Store yang berguna untuk mengubah semua software mnejadi sebuah aplikasi. Bagi banyak pengguna, langkah ini adalah salah satu langkah yang sangat besar.

Windows Store juga menyimpan file cache saat kita mendownload aplikasi. Jelas bahwa cache ini memakan ruang di komputer kita, itu juga akan menyebabkan masalah dengan unduhan yang terputus atau terhenti. Jika iya, cara paling efektif adalah dengan mengosongkan cache.

Untuk menghapus cache di Windows Store, Microsoft telah menyediakan alat bernama WSReset.exe yang membersihkan cache untuk Anda.

Buka Run Prompt (Win+R), ketik WSReset.exe, dan klik OK. Jendela hitam akan terbuka dan mungkin terlihat seperti tidak terjadi apa-apa, tetapi tunggu saja. Mungkin diperlukan beberapa menit pada komputer yang lambat.

Jika cache berhasil dibersihkan, Windows Store akan otomatis berjalan.

Temp Files Cache

Windows memiliki direktori sistem khusus untuk menyimpan file sementara (file temp). Jenis file ini di buat agar bisa menjadi jalan pintas ke file lain yang sedang di edit. Dan file sementara tersebut akan di seimpan di windows jika sewaktu –waktu di butuhkan.

Namun tidak semua program yang ada di windows mampu untuk membersihkan jenis file yang seperti ini. Dan biasanya hanya akan menjadi file sampah yang tidak bisa di gunakan.

File-file ini biasanya aman untuk dihapus asalkan tidak digunakan lebih dari seminggu. Untungnya, alat bawaan yang disediakan oleh Windows dapat menangani ini.

Untuk menghapus cache File Temp: Buka Start Menu, temukan aplikasi Disk Cleanup, dan jalankan. Saat diminta, pilih drive C:. Tunggu beberapa saat, karena ada proses menganalisa file sistem.

Di bawah tab Disk Cleanup, hapus centang semua, dan centang Temporary Files, lalu klik OK. Terlihat bahwa file-file sementara di komputer saya telah mencapai 1,09 GB. Sangat besar untuk file yang tidak digunakan.

Kelebihan Laptop yang Sudah Menggunakan SSD

Kelebihan Laptop yang Sudah Menggunakan SSD – Selain dari HDD (Hard Disk Drive) pada laptop pasti sudah sering mendengar apa itu SSD laptop. Sekedar info SSD  merupakan kependekan dari Solid State Drive. Dari akronimnya, kita dapat melihat bahwa HDD dan SSD memiliki fungsi yang sama di laptop namun memiliki spesifikasi yang beda.

Namun, benarkah keduanya memiliki peran yang sama? Untuk menjawab rasa penasaran Anda, alangkah baiknya jika memperhatikan beberapa uraian tentang apa itu Laptop Sudah Menggunakan SSD pada artikel kali ini, agar Anda dapat lebih memahami apa saja perbedaan antara SSD dan HDD yang selama ini Anda ketahui.

Memahami SSD

Solid State Drive lebih dikenal sebagai Solid State Disk atau SSD. SSD ini pada dasaranya juga merupakan alat penyimpanan data. Bedanya, SSD merupakan perangkat penyimpan data yang menggunakan rangkaian IC (Integrated Circuit).

Dalam penjelasan sederhana, Anda dapat menganggap SSD sebagai versi lanjutan dari flash drive USB. Pasti Anda sudah tidak asing lagi dengan USB flash drive yang lebih dikenal dengan nama flash disk.

Flash disk merupakan perangkat penyimpanan data paling fleksibel yang bisa kita bawa kemana-mana. Padahal, Anda hanya perlu menancapkan flashdisk ke terminal USB di komputer untuk berpindah, membuka atau menyimpan data. Perbedaan kapasitas dari SSD sangat besar. Sehingga SSD bisa menggantikan fungsi HDD.

Namun berbeda dengan HDD, SSD memiliki pergerakan yang lebih fleksibel. Sehingga kerja SSD menjadi lebih cepat dari HDD. Tentu saja, ini membuat SSD bekerja lebih cepat daripada HDD yang bergerak secara magnetis.

Komponen SSD

Secara umum, media penyimpanan SSD ini menggunakan NAND. NAND adalah sejenis memori Non-Volatile. Artinya memori ini dapat terus menyimpan data meskipun tegangan suplai telah dimatikan. Bagaimana? Tampak luar biasa, bukan?

Namun sebenarnya prinsip ini sudah umum dan sering dijumpai pada penggunaan flash drive. Karena inilah prinsip dasar dari ingatan permanen. Seperti flash dan SSD.

Awalnya, data yang disimpan dalam flash disk atau SSD cukup diragukan keawetannya karena kebanyakan hanya bertahan beberapa tahun. Namun, jangan khawatir. Karena saat ini daya tahan perangkat seperti SSD sudah tidak diragukan lagi keawetannya. Anda juga dapat menyimpan data selama lebih dari 200 tahun. Apalagi komponen yang digunakan untuk membuat SSD semakin canggih dan modern.

Penasaran dengan komponen sebuah SSD? Beberapa komponen SSD yang paling umum adalah:

  • Untuk konsumsi daya SSD cukup ringan. Hanya 2 – 3 watt. Jika dibandingkan dengan HDD, SDD 2 kali lebih hemat daya.
  • Waktu boot SSD sangat cepat, yaitu sekitar 10-13 detik.
  • SSD juga tidak menimbulkan getaran atau suara. Ini karena tidak ada komponen yang bergerak di SSD. Bahkan SSD juga dikatakan tidak menimbulkan panas.
  • Kecepatan baca dan tulis SSD umumnya mencapai 200 Mbps. Bahkan ada SSD yang memiliki kecepatan baca dan tulis hingga 550 Mbps untuk SSD yang sangat canggih.
  • Kecepatan buka file SSD bahkan 30% lebih cepat dari HDD.
  • Tidak memiliki gaya induksi magnet. Karena tidak menggunakan pelat magnet.

Kelebihan dan kekurangan SSD

Jika dilihat dari komponen penyusun SSD, terlihat banyak keunggulan yang dimiliki SDD jika dibandingkan dengan HDD. Secara umum kelebihan dari SSD adalah kinerjanya yang lebih cepat serta pemakaian konsumsi listrik yang sedikit dan tidak menimbulkan suara bising.

Salah satu kelemahan dari SSD ini adalah harganya yang saat ini masih sangat mahal. Untuk mengupgrade media penyimpanan anda ke media SSD perlu uang yang lebih jika di bandingkan dengan HDD.