Apakah Penggunaan Nebulizer Aman Untuk Bayi? Bagaimana Penggunaannya?

Masalah pernapasan memang sering menyebabkan masalah kesehatan pada si kecil misalnnya seperti pilek, batuk, asma, dan masalah sistem pernapasan lainnya yang dapat mengganggu kenyamanan si kecil. DrBrowns.id memiliki banyak pilihan produk-produk baby care untuk membuatnya lebih nyaman dan memastikan udara bersih untuk menghindari saluran pernapasan.

Namun gangguan pernapasan yang tidak kunjung sembuh umumnya membutuhkan obat-obatan untuk membantu penyembuhan. Namun sekarang ini ada metode yang digunakan untuk mengatasi masalah pernapasan pada si kecil yaitu dengan menggunakan nebulizer.

Apa itu Nebulizer?

Nebulizer adalah perangkat khusus yang mengubah larutan menjadi uap tipis yang mudah dihirup. Nebulizer berguna dalam pengobatan beberapa penyakit pernapasan, terutama pada bayi. Bayi biasanya lebih mudah menghirup uap yang mengandung obat karena bayi masih belum bisa menelan obat dengan baik.

Ketika bayi si kecil menghirup uap dari nebulizer, obat langsung masuk ke paru-paru, bekerja lebih efektif dan bernapas juga menjadi lebih mudah. Itulah mengapa nebulizer direkomendasikan namun tetap tidak boleh sembarangan digunakan.

Kondisi Saat Bayi Membutuhkan Nebulizer

Ini biasanya tergantung pada diagnosis dan rekomendasi dokter yang memeriksa si kecil. Untuk anak-anak dengan asma, dokter mungkin meresepkan inhaler, biasanya untuk kasus kronis membutuhkan nebulizer. Kondisi lain yang mungkin diputuskan untuk seorang anak menggunakan nebulizer antara lain:

  • Respiratory Syncytial Virus (RSV): penyakit ini dapat menimbulkan gejala ringan seperti pilek namun bisa menyebabkan bronchiolitis atau radang saluran udara kecil apabila tidak segera ditangani.
  • Croup Group: kondisi yang disebabkan oleh virus yang menyebabkan pilek atau flu sehingga menyebabkan saluran pernapasan menjadi bengkak sehingga menimbulkan gejala seperti demam, batuk, dan hidung meler.
  • Epiglotiti: kondisi ini diakibatkan karena adanya bakteri Haemophilus influenza tipe B. jenis bakteri ini dapat menyebabkan pneumonia sehingga ada suara tinggi saat bernafas karena adannya pembengkakan saluran pernapasan kronis.
  • Cystic Fibrosis: ini merupakan penyakit genetik ini dapat menyebabkan si kecil mengalami kesulitan bernapas karena terjadinya penyumbatan di saluran udara karena penumpukan lendir kental.
  • Pneumonia: penyakit peradangan paru-paru yang menyebabkan gejala berupa sesak napas, demam, dan si kecil yang menjadi kurang waspada.

Cara Menggunakan Nebulizer Pada Bayi

Memasang nebulizer pada si kecil bisa sedikit rumit. Namun, Moms bisa perlahan menggunakannya untuk meningkatkan keterampilan Moms dengan mengikuti tips di bawah ini. Prosedur pengeluaran cairan uap medis tergantung pada jenis nebulizer yang digunakan. Namun, secara umum, saat menggunakan nebulizer bayi di rumah caranya hampir sama.

Pertama-tama, cuci tangan terlebih dahulu sebelum memasangkan nebulizer pada bayi. Pastikan juga jika alat sudah steril untuk menghindari adanya infeksi lain. Pastikan obat berbentuk cairan dan cocok dimasukkan ke dalam alat nebulizer yang tersedia.

Setelah itu, masukkan obat ke dalam nebulizer dan pasang selang penyalut di kedua ujung alat. Pastikan posisi anak dalam posisi tegak di pangkuan Moms sehingga si kecil lebih mudah bernapas dan menghirup obat.

Jika sudah, pasang masker ke wajah dan temukan posisi yang pas hingga menutupi mulut dan hidungnya. Setelah itu nyalakan mesin nebulizer. Pastikan tangan Moms tetap memegang masker agar menempel pada wajah si kecil dengan baik dan tidak ada uap yang keluar dari masker.

Terapi selesai jika obat sudah habis atau sesuai anjuran dokter. Lepaskan masker dari wajah si kecil dan bersihkan alat untuk menjaganya tetap steril kemudian simpan di tempat yang bersih dan jauh dari jangkauan anak-anak.

Jenis Obat untuk Nebulizer pada Bayi

Obat-obatan yang diberikan berbeda-beda sesuai dengan kondisi si kecil. Namun beberapa jenis obat yang umumnya diberikan yaitu:

  • Dornase alfa (Pulmozyme): obat ini dapat membantu melonggarkan lendir kental yang menyangkut di saluran udara sehingga digunakan untuk mengobati fibrosis kistik.
  • Beta-agonis inhalasi: jenis obat ini dapat membuat pernapasan menjadi lebih mudah karena termasuk obat levoalbuterol atau albuterol.
  • Antibiotik yang dihirup: ada banyak pilihan jenis antibiotik dan ada juga yang digunakan untuk nebulizer seperti TOBI atau tobramycin yang umumnya digunakan untuk mengobati infeksi yang diakibatkan karena bakteri. .
  • Kortikosteroid inhalasi: jenis obat ini digunakan untuk mengobati peradangaan karena asma.

Tips Menggunakan Nebulizer Pada Bayi

Si kecil mungkin belum terbiasa dalam menggunakan nebulizer sehingga harus mengatur dan belajar terbiasa dalam penggunaan nebulizer. Si kecil tentu akan merasa aneh dan mungkin terkejut saat pertama kali digunakan. Berikut adalah beberapa tips untuk membantu si kecil yang belum terbiasa.

  • Gunakan nebulizer saat bayi mengantuk sehingga ia bisa mentolerir dan lebih menerima saat proses perawatan sehingga tidak memberontak dan mencoba melepas masker, misalnya sebelum tidur.
  • Moms bisa memanfaatkan handuk atau karpet untuk meletakkan nebulizer sehingga dapat mengurangi suara dari alat.
  • Pastikan posisi bayi duduk tegak agar bayi mudah bernapas lebih dalam membuat obat yang dihirup oleh paru-paru juga lebih banyak.

Dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter anak sebelum menggunakan obat dengan nebulizer. Pastikan semua obat yang digunakan untuk nebulizer sama dengan yang diresepkan oleh dokter anak dan bukan obat bebas.

Selain itu, selama penggunaan, selalu jaga kebersihan perangkat karena uapnya lembab dan dalam kondisi yang memungkinkan bakteri berkembang biak. Selalu bersihkan nebulizer secara menyeluruh dan keringkan setiap bagian setelah digunakan untuk mencegah timbulnya infeksi baru.

Kelebihan dan Kekurangan Menggunakan Nebulizer Pada Bayi

Penggunaan nebulizer untuk mengobati penyakt pernapasan pada bayi memang masih memiliki pro dan kontra. Meski beberapa ahli tidak menganjurkan perawatan ini di usia yang terlalu muda, namun banyak juga yang berpendapat bahwa penggunaan nebulizer memiliki banyak manfaat. Untuk keuntungan penggunaan nebulizer pada bayi yaitu:

  • Dapat digunakan kapan saja saat santai.
  • Dosis sudah sesuai dengan isi botol.
  • Lebih mudah digunakan karena si kecil langsung menghirup uapnya.
  • Si kecil tidak akan mengalami kesulitan karena harus menghirup nafas yang kuat seperti saat menggunakan inhaler. Si kecil bisa bernafas seperti biasa jika menggunakan nebulizer.

Meskipun ada banyak manfaat yang didapatkan, ada juga kekurangan penggunaan nebulizer seperti:

  • Resiko terkontaminasi bakteri dan jamur lebih tinggi apabila tidak membersihkan dan menyimpan alat dengan baik.
  • Membutuhkan proses terapi yang lama.
  • Akan ada efek samping tergantung pada jenis obat yang digunakan.

Perhatikan Ini Sebelum Mulai Terapi Menggunakan Nebulizer

Ada tiga hal yang perlu diperhatikan sebelum mencoba terapi uap menggunakan nebulizer. Pertama, Moms harus mendiskusikan dengan dokter obat apa yang dapat digunakan untuk terapi uap di rumah dan tanyakan dosis serta berapa lama penggunaannya.

Kedua, jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan nebulizer. Ketiga, segera keringkan perangkat setelah digunakan dan letakkan dalam kotak atau wadah kedap udara sebelum disimpan kembali. Jika melakukannya dengan benar maka dapat mengurangi efek samping nebulizer. Produk-produk berkualitas dari DrBrowns akan membantu Moms menjaga kesehatan si kecil.